Heri Dono (lahir di Jakarta pada tahun 1960) menawarkan sebuah upaya pembacaan fenomena wabah dengan tidak memosisikan manusia sebagai pusat.


2020 | 5 kotak dari radio tua, monitor TV, 5 objek kepala, elektronik dan perangkat mekanik,
lampu, suara, dan lain-lain
Dimensi bervariasi
Dalam pemahaman modern, manusia seolah diposisikan sebagai sentral perkembangan kehidupan di bumi, bahkan alam semesta. Sebuah gagasan yang belakangan banyak dipertanyakan oleh manusia itu sendiri. Melalui karya bertajuk Babies Corona Watch Virtual Creatures (2020), Heri Dono mempertanyakan posisi manusia sebagai pusat dengan mengelaborasi fenomena pandemi COVID-19 hari ini. Manusia sebagai medium perkembangan virus diposisikan sebagai objek yang dipelajari oleh bayi-bayi corona. Selayaknya manusia hari ini yang sibuk berselancar di dunia maya untuk mengetahui segala hal, termasuk menelusuri cara-cara penanggulangan wabah seperti corona, bayi-bayi corona dalam karya Babies Corona Watch Virtual Creatures ditampilkan dalam representasi potongan kepala yang mempelajari perilaku manusia melalui layar.

2011 | fiberglass, monitor komputer, bantal
Dimensi bervariasi
Manusia dan budaya layar (atau tontonan) telah banyak dielaborasi oleh Heri Dono dalam kekaryaannya. Ketertarikan Heri Dono terhadap simulasi peran dalam wayang hingga eksplorasi bentuk tokoh-tokohnya menjadi karakteristik khas dalam presentasi karya-karya dwimatra dan instalasi. A Contemplation menjadi renungan yang berkelanjutan terkait manusia dan perkembangan teknologi media di masa depan.
